Saturday, May 26, 2018
Home > Berita Hot > Pelayanan Rumah Sakit Deliserdang Jadi Sorotan Netizen, Mengapa?

Pelayanan Rumah Sakit Deliserdang Jadi Sorotan Netizen, Mengapa?

Deliserdang

Seorang pasien harus mendapatkan pelayanan yang baik karena pasien selalu membayar semua pelayanan rumah sakit tidak peduli seberapa besar maupun kecil ukuran rumah sakitnya. Namun pelayanan RSUD Deliserdang sekarang sedang menjadi viral karena ditemukan gunting yang masih menempel pada bagian dada pasien Jamiran yang telah meninggal dunia. Meskipun sepele, namun kasus ini mempertanyakan pelayananan mereka.

Pelayanan Rumah Sakit yang Tidak Profesional Karena Meninggalkan Gunting pada Jenazah
Keluarga almarhum Jamiran cukup kaget ketika mereka menemukan gunting yang masih menempel pada bagian dada alm. Jamiran ketika keluarga membuka kain yang membungkus jenazah ketika berada di rumah duka. Kasus ini pun jelas langsung viral di media sosial Facebook. Bahkan melihat hal ini, netizen pun merasa bingung mengenai bagaimana pelayanan rumah sakit yang melakukan tindakan medis ini terhadap alm. Jamiran sehingga masih ada gunting yang menempel di bagian dada. Berbagai macam komentar pun membela pihak keluarga dan merasa kasihan dengan Jamiran.

Ada yang mengatakan kasihan pada beliau karena sudah dua minggu berada di RSUD Deliserdang namun pihak keluarga masih belum mendapatkan jawaban yang pasti tentang apa yang menyebabkan beliau meninggal. Setelah Jamiran dinyatakan meninggal, jenazah pun dipulangkan ke rumah dan ternyata keluarga masih harus dibuat terkejut melihat gunting yang berada di kain pembungkus. Ronggur Raja Doli Simorangkir sebagai pemilik akun Facebook yang memosting hal ini pun juga menyatakan pada postingannya. Dia mengatakan keluarga pun menanyakan ini ke RS.

Namun begitu ditanya, rupanya sang perawat justru tertawa dan tidak merasa bahwa ini merupakan hal yang serius karena keteledoran petugas rumah sakit. Di akhir postingan Ronggur, dia juga menyampaikan bahwa seperti inilah pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat dan semoga almarhum beristirahat dengan tenang. Rupanya hal ini juga sampai kepada Abyadi Siregar selaku Kepala Ombudsman RI Perwakilan untuk Sumatera Utara dan beliau pun memperhatikan kasus tentang kesalahan prosedur kesehatan yang dilakukan petugas RSUD Deliserdang pada pasiennya.

Pelayanan Rumah Sakit Deliserdang Dianggap Tidak Profesional
Abyadi pun mengatakan bahwa manajemen rumah sakit perlu untuk memberikan hukuman tegas pada petugas yang lalai dan melakukan kesalahan itu. Hal ini pun sama sekali tidak boleh dibiarkan. Jika Direktur telah mengaku ada kesalahan dalam Standar Operasional Prosedur atau SOP, maka sanksi pun wajib untuk diberikan. Hal ini tidak dapat dibiarkan sama sekali. Pihak manajemen rumah sakit pun harus melakukan pemeriksaan yang mendalam secara internal kepada seluruh paramedis yang kemungkinan terlibat dalam hal ini mulai dari perawat, paramedis hingga dokter yang menangani.

Abyadi pun mengatakan jika memang ada kesalahan dan terbukti sudah siapa yang harus bertanggungjawab mengenai hal ini, maka pihak manajemen pun wajib memberikan sanksi. Bukan hanya sanksi biasa melainkan sanksi tegas karena pelayanan buruk seperti ini bukan hanya menunjukkan kebobrokan dari layanan rumah sakit melainkan ini akan memberikan dampak negatif pada msyarakat yang takut dan khawatir untuk berobat di dalam rumah sakit itu. Akibat dari kasus ini, maka pemilik rumah sakit pun sudah menunjukkan adanya ketidakprofesionalan dalam pelayanan.

Dia menambahkan jika memang hal seperti ini adalah karena anggaran, maka tanggung jawab untuk revisi anggaran ini dilakukan oleh Pemda. Jelas ketika masyarakat tahu akan hal ini, mereka pun enggan untuk menggunakan layanan yang sama dan takut berobat kesana. Kajian yang mendalam mengenai pelayanan rumah sakit harus diberikan dengan baik. Beruntungnya, direktur dari RSUD Deliserdang yaitu dr Hanif Fahri SpKJ mengakui adanya kesalahan dari pihak rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *