Thursday, August 16, 2018
Home > Seks Sehat > Dampak Terlalu Sering Berhubungan Seks

Dampak Terlalu Sering Berhubungan Seks

Seks

Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis, aktivitas seksual juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan sistem imun. Selain itu, bercinta secara rutin dapat membantu pasangan mempertahankan kemeraan hubungan pernikahannya. Bercinta secara rutin memang memiliki dampak yang positif. Akan tetapi, lain halnya apabila Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan seksual. Semua hal baik yang dilakukan secara berlebihan pun berpotensi membawa dampak yang negatif.

menurut terapis seks yang bernama Kat Van Krik, salah satu atau bahkan keduanya dapat mengalami ruam-ruam kemerahan, iritasi bahkan lecet akibat penetrasi yang terlampau sering dilakukan tanpa disertai lubrikasi yang cukup. Selain itu, wanita rentan terhadap perasaan nyeri setelah berhubungan seksual. Hal ini biasanya diakibatkan oleh gesekan yang terjadi pada dinding vagina saat penetrasi dilakukan. Dampak lain yang bisa dirasakan yaitu dehidrasi. Berhubungan seks merupakan hubungan yang melibatkan fisik akan membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Jika hubungan seks yang Anda lakukan teralalu sering tanpa minum, Anda bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat. Meskipun tidak berbahaya, ini merupakan efek samping yang paling umum dari seks yang terlalu sering dilakukan.

Sementara, dampak negatif yang akan didapat secara mental yaitu jika gairah seksual antara Anda dan pasangan tidaklah sejalan maka akan menjadi beban bagi salah satu pihak yang memiliki hasrat seks yang lebih rendah. Baik itu dari pihak suami maupun istri. Penulis buku The Married Sex Solution: A Realistic Guide to Saving Your Sex Life” berkata bahwa salah satu pasangan mungkin akan merasa kewalahan dengan ekspektasi memberikan performa seks lebih dari lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penghidaran dan rasa bersalah. Sebenarnya, bercinta tidak memiliki batasan frekuensi sama sekali karena itu sangat tergantung pada mood dan gairah masing-masing pasangan. Namun, bisa dikatakan apabila salah satunya sudah merasa tidak nyaman. Mengalami masalah fisik atau urusan lain menjdai terbengkalai karena Anda dan pasangan terlalu fokus pada kehidupan seks Anda.

Seorang pakar seks bernama Madeleine Castellanos, M,D., menjelaskan bahwa sebagian besar orang menganggap bahwa frekuensi seks yang ideal ialah satu sampai dua kali dalam seminggu. Frekuensi ini biasanya akan lebih tinggi pada pasangan di awal-awal kahidupan pernikahan. Madeleine juga berkata bahwa setiap orang memiliki preferensinya masing-masing yang dibatasi oleh jadwal kegiatan sehari-hari, pola tidur, dan kesediaan pasangan. Apa tandanya Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan seks? Kat Van Krik berujar bahwa “Jika banyak urusan tak terselesaikan seperti pekerjaan rumah, terlambat pergi ke kantor atau melupakan kebutuhan pokok demi berhubungan seks. Maka, mungkin itulah tanda-tanda kehidupan seks Anda terlalu sering”.

Madeleine menambahkan bahwa seks memang merupakan salah satu sumber kenikmatan, kebahagian dan vitalitas bagi semua pasangan. Ini merupakan hal yang wajar jika seseorang mempunyai dorongan yang kuat untuk bercinta. Akan tetapi, jika dorongan itu datang secara tiba-tiba atau Anda menginginkan seks secara kompulsif, maka bisa lain ceritanya. Ia berkata bahwa ada kemungkinan bahwa Anda menggunakan seks sebagai alat untuk mencapai sesuatu yang lain. Kondisi seperti apapun yang terjadi pada Anda dan pasangan mengenai rutinitas bercinta yang Anda jalani, yang terpenting adalah Anda selalu berkomunikasi satu sama lain. Baik Anda ataupun pasangan tidak akan merasa rugi jika membicarakan tentang hasrat yang ingin Anda atau pasangan Anda lakukan. Apakah frekuensi bercinta yang telah Anda lakukan itu normal, cukup, kurang atau bahkan terlalu berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *