Tuesday, December 11, 2018
Home > Seks Sehat > Hal-Hal Ini Bisa Membuat Anda Terserang Penyakit Kelamin Meski Tak Bercinta

Hal-Hal Ini Bisa Membuat Anda Terserang Penyakit Kelamin Meski Tak Bercinta

Penyakit Kelamin

Hal-Hal Ini Bisa Membuat Anda Terserang Penyakit Kelamin Meski Tak Bercinta

Penyakit kelamin yang mungkin terjadi kadang menimbulkan rasa waspada yang mengintai yang bisa mengurangi kualitas kehidupan bercinta Anda bersama pasangan. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata kita bisa terkena penyakit menular seksual meski tanpa melakukan hubungan seks. Pada umumnya, penyakit seksual yang terjadi seperti infeksi bakteri, misalnya gonorea, infeksi klamidia, sifilis, herpes genitalis, HIV, kutil kelamin, hepatitis B, infeksi  trikomonas, atau infeksi jamur, dapat ditularkan melalui kontak langsung atau kontak cairan tubuh. Kasus infeksi menular seksual yang mampu menyerang kelamin, yang paling sederhana sekalipun, dapat terjadi pada wanita yang bahkan belum pernah melakukan hubungan seksual. Bagaimana mungkin?

 Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Penyakit Kelamin Tanpa Bercinta
Berciuman
Ciuman merupakan salah satu aktivitas seksual yang dapat menularkan penyakit seksual kelamin karena adanya kontak cairan tubuh yang terjadi dengan pasangan melalui air liur. Penularan melalui saliva atau air liur mungkin terjadi saat ada perlukan terbuka di area mulut Anda. Meski begitu, risiko ini tidak sebesar saat Anda melakukan kontak seksual melalui penetrasi vagina, oral ataupun anal. Namun, Anda masih tetap perlu berhati-hati karena luka terbuka, seperti seriawan atau tergigit, bisa menjadi jalan masuk bagi virus infeksi menular seksual seperti penyakit herpes.

Masturbasi
Jurnal Sexual Health mengungkapkan bahwa 51% kasus infeksi HPV atau virus penyebab kutil kelamin justru ditemukan pada wanita yang masih perawan! HPV atau human papilloma virus tipe 6 dan 11 biasanya ditularkan secara kontak langsung dari seseorang yang sudah lebih dulu terinfeksi HPV. Tidak perlu menunggu sampai terjadi sanggama terlebih dulu untuk terjadinya proses infeksi karena penularan HPV juga bisa terjadi melalui kontak kulit dengan alat genital. Misalnya saja hanya ‘bermain-main’ dengan pasangan, masturbasi, oral seks, atau bahkan hanya menyentuhkan tangan saja pada alat kelamin pasangan. Melakukan Vaksinasi HPV adalah hal yang penting dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Oral Seks 
Seks oral yang sebenarnya tidak mengikutsertakan terjadinya penetrasi seksual pada saat berhubungan pun bisa berpotensi menularkan virus infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan penyakit kelamin. Oral seks memungkinkan bercampurnya cairan tubuh, misalnya air liur dengan cairan vagina atau cairan semen. Apabila mukosa atau permukaan dari salah satu organ mengalami trauma seperti lecet, maka patogen infeksi menular seksual seperti herpes atau klamidia yang mungkin ada di salah satu pasangan, dapat masuk dan menginfeksi pasangannya.  Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan perlindungan yang diperlukan, seperti menggunakan kondom, dan juga mengobatinya dengan penanganan yang sesuai.

Skin To Skin
Meski terlihat tak berbahaya, namun hal-hal seperti berendam bersama pasangan dalam bathtub tetap berisiko menularkan penyakit kelamin. Penyakit seperti HPV dapat ditularkan melalui kontak dari kulit ke kulit, termasuk jika seseorang menyentuh kutil atau kulit di sekitarnya. Namun sebenarnya tidak perlu timbul kutil di kelamin dulu untuk terjangkit HPV karena virus dapat menyebar bahkan jika tidak ada wabah. Kutil juga kadang-kadang dapat muncul di bagian tubuh selain alat kelamin, seperti misalnya pada jari dan bisa menular ke anggota bagian tubuh yang lain.

Penyakit-penyakit infeksi menular seksual ternyata tidak melulu hanya disebabkan oleh penetrasi seksual, tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor yang mampu memicu timbulnya penyakit kelamin. Melakukan aktivitas seksual yang sehat serta mengetahui riwayat seksual pasangan bisa menjadi upaya pencegahan agar Anda terhindar dari penularan penyakit seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *