Friday, November 15, 2019
Home > Berita Hot > Andi Arif Menyindir Acara Silatnas Pemerintah Desa Seluruh Daerah

Andi Arif Menyindir Acara Silatnas Pemerintah Desa Seluruh Daerah

Berita

Politikus Andi Arief menyindir acara silaturahmi nasional atau Silatnas yang Pemerintah Desa Seluruh Daerah yang mana acara tersebut akan dihadiri oleh seluruh kepala desa dan juga perangkat desa yang ada di seluruh Indonesia pada 30 Maret 2019. Andi mengkritik bahwa acara yang direncanakan akan digelar di Gelora Bung Karno tersebut memaksa kepala desa untuk hadir.

Andi mengatakan bahwa kepala desa tersebut dipaksa untuk memberikan gelar bapak pembangunan kepada Jokowi. Bahkan ia menambahkan bahwa setiap peserta yang hadir harus membayar Rp 3 juta untuk bisa datang ke acara tersebut. Sedangkan biaya untuk pengadaan acara sendiri telah ditanggung oleh APBN via mendagri. Ia mengutip hal tersebut dalam tweeternya pada selasa 19 Maret 2019.

Kegiatan Silatnas Dihadiri Oleh Jokowi, Gubernur serta Bupati

Telah diketahui bahwa, Asosisasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia dan Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia, Badan Koordinasi Nasional Pembangunan dan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia, Pemerintahan, Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (BAKORNAS P3KD). Kegiatan yang telah direncanakan dengan baik ini akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan juga Gubernur serta mengundang Bupati se Indonesia.

Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa kepala desa se Indonesia mengutus jajaran agar bisa menghadiri acara tesebut sebagai peserta dan harus ikut berkontribusi sebanyak Rp 3 juta perorang untuk biaya akomodasi perhotelan dan konsumsi selama 3 hari 2 malam. Ketua Bakornas P3KD yakni Muhammad Asri Anas, menyatakan bahwa biaya Rp 3 juta perpeserta tersebut adalah untuk biaya transportasi dan penginapan.

Asri Berujar Pemungutan Uang Rp 3 Juta Ini Hal Biasa

Menurut Asri, pengenaan biaya ini merupakan hal yang biasa. Asri berujar bahwa uang tersebut untuk transportasi dan biaya penginapan di Jakarta. Kegiatan ini pun sudah biasa dilaksanakan pada setiap tahun. Asri juga menambahkan bahwa tahun lalu biaya perpersertanya mencapai hingga Rp 4,5 juta. Jika ada yang nyinyir dari sebelah, biarkan saja katanya. Pada selasa 19 Maret 2019.

Politikus dari Partai Amanat Nasional memberikan klarifikasi bahwa acara tersebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga biaya menjadi dibebankan pada kepala desa masing-masing. Dia juga berujar bahwa mereka lebih baik mencantumkan di undangan dari pada tidak menulisnya sama sekali, nanti jika tidak dicantumkan bisa dituduh dibiayai oleh Pak Jokowi. Silaturahmi tersebut merupakan hal biasa dan mereka tidak mengatakannya wajib.

Di balik itu, berhubungan dengan penganugrahan Bapak pembangunan terhadap Pak Jokowi, Asri mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap Presiden Jokowi atas bantuannya telah membangun desa dengan memberikan anggaran desa dengan jumlah yang cukup besar. Anggaran untuk desa setiap tahunnya bertambah besar, bahkan pada tahun ini hingga mencapai Rp 73 triliun.

Akan Hadir 100 Ribu Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam Acara Silaturahmi

Asri juga memperkirakan akan ada 100 ribu kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia akan hadir dalam acara silaturahmi ini. Undangan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil konsultasi Asosiasi Pemerintahan Desa kepada Menkopolhukam dengan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Menkopolhukam dan badan pemerintahan lainnya pada tanggal 8 Maret 2019.

Kegiatan ini ditujukan sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi antara kepala desa dengan perangkat desa lainnya sekaligus merupakan forum evaluasi bersama pembangunan desa yang pertama kali dilaksanakan dalam 4 tahun seiring pembangunan desa yang komprehensif sesuai Nawacita pemerintah. Kepala desa juga perangkat di Indonesia sangat memahami kemajuan yang terjadi pada kesejahteraan desa saat ini sangat terasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *