Wednesday, September 18, 2019
Home > Berita Unik > Masih Belum Terealisasi, Kendaraan Listrik Tertahan Masalah Kepemilikan Saham

Masih Belum Terealisasi, Kendaraan Listrik Tertahan Masalah Kepemilikan Saham

berita harian

Saat ini, kendaraan berbasis listrik sedang menjadi sorotan karena pemerintah mendukung program penggunaan kendaraan listrik ini untuk mengurangi polusi. Terutama polusi Jakarta, yang akhir-akhir ini viral karena dianggap semua kota berpolusi di dunia. Namun, sampai saat ini pemerintah belum memberikan konfirmasi terkait sahnya peraturan presiden mengenai program kendaraan berbasisi listrik ini.

Meski belum ada konfirmasi lanjut mengenai pengesahan peraturan presiden (perpres) mengenai percepatan program kendaraan berlistrik ini. Namun PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) sudah mulai menjual belikan bus listrik buatannya. Bahkan sudah ada beberapa perusahaan dan operator transportasi di Jakarta sudah melakukan pemesanan terhadap kendaraan berbasis listrik tersebut.

Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal Moeldoko yang juga merupakan pendiri PT. MAB mengatakan bahwa, secara keseluruhan semua perijinannya dan perpres sudah siap. Hanya tinggal menunggu satu hal saja yaitu konfirmasi yang akan dilakukan oleh pemerintah. “Semuanya sudah siap hanya belum ketuk palu, karena sedang ada perdebatan kementrian perindustrian dengan kementrian yang lain,” ujar Moeldoko.

Perdebatan Saham dengan Investor Luar

Jenderal Moeldoko yang mengatakan perdebatan terjadi antara menteri perindustrian dengan menteri lainnya, perdebatan yang terjadi dalam wilayah pemerintahan itu diklaim mengenai kepemilikan saham sebesar 51% dari ivestor luar. Seperti yang diketahui, bahwa sebelumnya pemerintah membuka peluang untuk perusahaan asing mendirikan pabrik kendaraan berbasis listrik di Indonesia dengan syarat 51% sahamnya dipegang oleh orang dari Indonesia.

Kalimat saham 51% lah yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan dan belum selesai, namun Moeldoko menegaskan kembali jika perpres yang dibuat sudah bulat tinggal menunggu satu konfirmasi saja. Entah apa yang kedepannya akan terjadi, masyarakat berharap regulasi cepat selesai. Karena inovasi kendaraan berbasis listrik harus segera terealisasikan karena sudah banyak industri yang menanti putusan perpres.

Sebelumnya, menteri perindustrian Airlanggan Hartarto menyebutkan bahwa, sudah banyak industri otomotif di Indonesia yang melakukan proyek contoh kendaraan listrik seperti Toyota Indonesia. Astra Honda Motor, BYD Company, Mitsubishi, pengembangan yang dilakukan tergantung pada kesuksesan industri tersebut di pasar domestik. Selain itu, ada juga PT. MAB yang telah lebih dulu menjajakan produknya bahkan sebelum perpres turun.

Draft Perpes Sudah Dibuat Sejak Dua Bulan Lalu

Diketahui pada tanggal 4 April 2019, Penasihat Khusus Mentri Kordinator Bidang Kematiriman Satryo S Brodjonegoro mengatakan bahwa, draft perpres mengenai percepatan program kendaraan berbasis listrik sudah sampai di sekertaris negara. “Draftnya sudah ada di perpres, dari kita sudah selesai bulan Maret tinggal menunggu darisananya saja,” ujar Satriyo. Namun hingga sekarang, masyrakat masih menunggu konfirmasi selanjutnya.

Draft tersebut pada awal tahun 2019 sudah dipublikasikan mengenai isi peraturan-peraturannya, Satriyo juga mengatakan bahawa tidak ada perubahan apapun dari isi draft tersebut. Seperti yang di awal tahun sudah dibeberkan, yaitu hanya kendaraan berbasis baterai saja. Sedangkan kendaraan lain seperti plug in hybrid atau hinrida dipastikan tidak ada dalam peraturan pemerintah yang akan segera disahkan.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pemerintahan masih belum memberikan konfirmasi atas sah nya peraturan presiden mengenai percepatan kendaraan berbasis baterai listrik tersebut. Semuanya masih menunggu hasil perdebatan mengenai saham yang akan diberikan investor luar pada pihak Indonesia, siapa yang berhak dan berhasil memegang saham yang menjadi syarat pemerintah Indonesia bagi investor asing industri otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *