Sunday, October 20, 2019
Home > Uncategorized > Konsumsi Fashion Muslim Melejit Hingga Tembus 280 Triliun

Konsumsi Fashion Muslim Melejit Hingga Tembus 280 Triliun

Siapa sangka pertumbuhan Fashion muslim di Indonesia akan sangat menjanjikan. Bahkan laju pertumbuhannya mencapai lebih dari 18%. Angka ini tentu saja sangat tinggi apalagi jika bandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Jika dibandingkan pertumbuhan ini mencapai tiga kali pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada saat ini.

Konsumsi Fashion muslim di Indonesia mencapai USD20 Miliar atau setara dengan Rp280 Miliar jika menggunakan kurs Rp14.000 per USD. Angka ini tentu saja harus didukung bukan hanya dari sektor offline tetapi juga dai sektor online. Kedua sektor tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pencapaian tersebut.

Fenomena ini bahkan dijelaskan oleh Mentri perindustrian Airlangga Hartanto di dalam pembukaan Muffest (Muslim Fashion Festival Indonesia) di Jakarta Convention Center kemarin (1/5/2019). Beliau menuturkan bahwa tingkat pertumbuhan Fashion muslim saat ini berada pada 18,2%. Beliau jugalah yang menjelaskan bahwa sektor online dan offline memiliki peran yang sama besar.

Pertumbuhan Fashion Muslim yang Semakin Naik

Lonjakan yang terjadi pada Fashion muslim ini tidak terlepas dari banyaknya jumlah muslim dunia. Pada tahun 2018 saja populasi muslim di dunia mencapai 24% dari total keseluruhan penduduk yang ada di dunia. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan menjadi lebih pesat karena banyaknya populasi muslim dunia.

Bahkan The State Global Islamic Economy melaporkan bahwa pertumbuhan Fashion muslim dunia terus tumbuh dengan laju pertumbuhan 5%. Saat ini konsumsi fasyen muslim dunia mencapai USD 270 Miliar. Bahkan The State Global Islamic Economy juga memproyeksikan pada tahun 2023 nanti konsumsi ini akan mencapai USD 361 miliar.

Dibukanya Acara Muffest

Acara Muffest ini akan berlangsung selama 4 hari tepatnya sampai tanggal 4 Mei mendatang. Setelah kemarin dibuka dengan penampilan busana dari para desainer yang salah satunya merupakan siswa SMK dari daerah Kudus, kini acara tersebut akan diisi dengan penampilan busana dari banyak usaha kecil dan menengah.

Dengan hadirnya pameran ini, harapannya akan mampu mendatangkan pembelian secara langsung yang ikut melibatkan para desainer muda. Dengan begitu potensi dari generasi muda akan lebih berkembang bahkan sampai mampu bersaing dengan desainer dunia. Hal ini sejalan dengan prioritas dari kementrian perindustrian yang yang menargetkan clothing, textil dan footwear untuk mendukung Indonesia 4.0.

Menurut ketua penyelenggara Muffest, Ali Kharisma menyatakan bahwa moslem wear yang dimiliki oleh Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang mampu mendorong minat pembeli bukan hanya dari dalam negeri saja, tetapi dari luar negeri juga muncul minat beli. Hal ini menjadi indikasi potensi yang sangat besar bagi keberlangsungan fasyen muslim di masa yang akan datang.

Harapan Ali Kharisma untuk Dunia Fashion Muslim

Dengan busana muslimnya yang bervariatif ini Ali juga berharap kedepannya industri moslem wear akan semakin maju dan brand-brand Indonesia juga akan tampil eksis di dunia internasional. Selain itu target pencapaian untuk Muffest tahun ini juga cukup tinggi yaitu Rp 40 miliar. Ini merupakan dua kali lipat dari pencapaian Muffest pada tahun lalu.

Apriani juga mengungkapkan bahwa mereka optimis  mampu mencapai target tersebut karena selain brand lama, terdapat brand-brand baru yang ikut dalam festival kali ini. Dia juga menambahkan bahwa mode Fashion muslim juga berkembang. Misalnya saja dulu tidak ada busana muslim sport sekarang sudah ada. Semakin banyak mode yang muncul, pastinya akan meningkatkan potensi penjualan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *